Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta memperkuat kesiapan pendidik dan tenaga kependidikan menghadapi tahun ajaran baru, SMKN 1 Pujer menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) dengan tema "Menguatkan Komitmen, Mempersiapkan Perangkat Pembelajaran, dan Mewujudkan Pendidikan Vokasi yang Berkualitas." Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta selaras dengan kebijakan pendidikan nasional.
Kegiatan diawali dengan sesi pembahasan mengenai visi dan misi sekolah serta analisis Rapor Pendidikan yang disampaikan oleh Ibu Aning Retno Susanti, S.E., M.M., M.Pd., selaku Pengawas Pembina SMKN 1 Pujer. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya menjadikan visi dan misi sekolah sebagai pedoman utama dalam setiap program dan aktivitas pembelajaran. Selain itu, beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan hasil Rapor Pendidikan sebagai dasar penyusunan program peningkatan mutu yang berkelanjutan. Berbagai indikator capaian maupun rekomendasi perbaikan dibahas secara mendalam agar menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, budaya sekolah, serta layanan pendidikan kepada peserta didik.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penguatan dan pembinaan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso, Bapak Drs. Slamet Riyadi, M.Pd. Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh pendidik untuk terus membangun budaya inovasi di lingkungan sekolah melalui pengembangan Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan. Program tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi sekolah sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang tidak hanya menghasilkan keterampilan vokasional, tetapi juga menanamkan karakter mandiri, produktif, dan peduli terhadap ketahanan pangan.
Selain itu, beliau juga memperkenalkan konsep Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Bersih, dan Indah) sebagai fondasi terciptanya lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan. Menurut beliau, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh budaya sekolah yang sehat, lingkungan yang tertata, serta keterlibatan seluruh warga sekolah dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan keindahan lingkungan. Melalui budaya ASRI, diharapkan terbentuk ekosistem pendidikan yang mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Sebagai sesi penutup, Bapak Suluh Kurniawan, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso, memaparkan materi mengenai penyusunan perangkat pembelajaran. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan penguatan terkait pentingnya penyusunan perangkat pembelajaran yang berkualitas, adaptif, serta selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Guru didorong untuk menyusun modul ajar, asesmen, serta perangkat pembelajaran lainnya yang berorientasi pada pembelajaran mendalam (deep learning), penguatan kompetensi peserta didik, serta pengembangan karakter dan keterampilan abad ke-21. Beliau juga menekankan bahwa perangkat pembelajaran bukan sekadar dokumen administratif, melainkan pedoman utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang bermakna, kreatif, dan berpusat pada peserta didik.
Melalui pelaksanaan In House Training ini, seluruh guru dan tenaga kependidikan diharapkan memiliki pemahaman yang semakin kuat mengenai arah pengembangan sekolah, peningkatan mutu berdasarkan Rapor Pendidikan, implementasi program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan dan Sekolah ASRI, serta kesiapan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang berkualitas. Semangat kolaborasi dan komitmen yang terbangun selama kegiatan menjadi modal penting bagi SMKN 1 Pujer untuk terus mewujudkan pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, inovatif, dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun perkembangan zaman.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih