Bondowoso – Langkah inovatif dilakukan SMKN 1 Pujer dalam pengelolaan dan perawatan laboratorium komputer. Melalui tangan dingin Penata Laboratorium, Bpk. Dendy Pradana Febtu Ramadhani, A.Md, kini seluruh sistem manajemen lab komputer beralih ke microsite khusus yang praktis dan transparan.
Microsite yang dikembangkan secara mandiri oleh Bpk. Dendy ini menjadi pusat informasi dan kontrol laboratorium. Mulai dari jadwal pemakaian lab, inventaris perangkat, laporan kerusakan, hingga riwayat perawatan komputer, semua terintegrasi dalam satu laman yang bisa diakses guru, siswa, dan teknisi kapan saja.
“Kendala dulu itu pencatatan masih manual. Kalau ada komputer rusak, lapornya lama dan sering lupa. Sekarang lewat microsite, guru tinggal klik, saya langsung dapat notifikasi. Penanganannya jadi lebih cepat,” jelas Dendy, Rabu (25/4/2026).
Fitur Unggulan Microsite Lab Komputer SMKN 1 Pujer:
1. Booking Online – Guru bisa cek jadwal kosong dan booking lab tanpa harus ke ruang lab dulu.
2. E-Inventaris – Data 40+ unit PC, proyektor, dan jaringan tercatat lengkap dengan kondisi ter-update.
3. Tiket Kerusakan – Siswa/guru bisa lapor kerusakan dengan foto. Status perbaikan real-time.
4. Log Perawatan – Riwayat maintenance rutin, instal software, dan penggantian sparepart terdokumentasi rapi.
5. Panduan & SOP Digital – Tata tertib lab dan tutorial troubleshooting ringan bisa diakses siswa.
Kepala SMKN 1 Pujer mengapresiasi inovasi ini. “Ini bentuk nyata adaptasi teknologi di sekolah vokasi. Efisiensi naik, kerusakan cepat tertangani, jam praktik siswa tidak terbuang sia-sia. Pak Dendy membuktikan tenaga kependidikan juga bisa berinovasi,” ungkapnya.
Dampaknya langsung terasa. Dalam 3 bulan sejak microsite diluncurkan, waktu respons perbaikan turun dari rata-rata 3 hari menjadi 4 jam. Tingkat kerusakan berulang juga berkurang karena perawatan preventif terjadwal lewat sistem.
Bpk. Dendy berharap microsite ini bisa jadi percontohan bagi lab lain. “Ke depan akan saya kembangkan fitur notifikasi WA otomatis dan dashboard analitik buat kepala sekolah. Prinsipnya, lab sehat, belajar siswa nggak terhambat,” tutupnya.
Dengan inovasi ini, SMKN 1 Pujer membuktikan bahwa transformasi digital bukan hanya urusan guru, tapi seluruh warga sekolah bisa ambil peran demi mutu pembelajaran.

Selalu berinovasi tiada henti👍👍
BalasHapus